Cerita yang masih berlanjut.
Ayu Ningrum kabur dari rumah dengan ransel seadanya dan uang yang hampir tidak cukup untuk bertahan beberapa hari. Ia hanya tahu satu hal: ia tidak mau lagi hidup di bawah kendali keluarganya. Di sebuah kafe di sudut Dago, Ayu bertemu Elden Mahardika, pemuda dua puluh empat tahun yang tampak memiliki segalanya, tetapi bahkan tidak mampu memilih jalan hidupnya sendiri. Pertemuan mereka bermula dari kaleng soda, bentakan, dan percakapan yang sama-sama terlalu jujur. Ayu mengira kebebasan berarti tidak membutuhkan siapa pun. Elden mengira ia harus selalu mampu menyelesaikan semuanya sendirian. Namun, ketika masalah keluarga, uang, pekerjaan, dan masa depan mulai menekan mereka dari berbagai arah, keduanya perlahan menyadari bahwa menjadi dewasa bukan berarti hidup tanpa bantuan. Di tengah jalan-jalan Bandung, pekerjaan paruh waktu, kamar kos sempit, konflik keluarga, dan keputusan yang tidak mudah, Ayu dan Elden belajar membangun hidup dengan pilihan mereka sendiri-tanpa saling memiliki, tanpa menjadi penyelamat, dan tanpa harus kembali menjadi orang yang diinginkan orang lain. Karena terkadang, kebebasan bukan tentang berjalan sendirian. Melainkan tentang memilih siapa yang boleh berjalan di samping kita.
Dibaca
Bab
Status
Total kata
Mulai dari
Bab 1 - Pertemuan di Sudut Dago
First book project
oleh
ontasuga0 dibaca