19 postingan
Menulis
Ada kebiasaan ganjil saat menulis dialog: penulis sering membuat dua tokoh berbicara sangat jelas, sangat lengkap, dan sangat sopan—seolah mereka sedang mengisi formulir, bukan…
Menulis
“Aku punya banyak ide, Kak. Bahkan plot twist-nya juga ada. Tapi tiap mulai nulis, mentok di tengah.” Aku percaya ini salah satu curhat penulis yang paling sering muncul, hanya…
Menulis
Pukul 22.08 menyala di layar ponsel. Gelas teh di meja sudah dingin. Jendela setengah terbuka, dan suara motor dari ujung gang lewat sebentar lalu hilang. Kamu menulis satu…
Menulis
Pukul 22.47, layar laptop saya menampilkan 317 kata yang terasa seperti 3.170 kata. Di meja ada kotak martabak yang sudah agak dingin, minyaknya merembes tipis ke kardus. Di sudut…
Menulis
Aku: Aku pernah membuka dokumen cerita dengan niat “cuma merapikan satu adegan”, lalu dua jam kemudian punya tiga judul baru, satu tokoh sampingan yang mendadak punya masa kecil…
Menulis
“Ceritanya rapi, tapi kok rasanya datar, ya?” Komentar seperti ini kadang lebih bikin bingung daripada typo seratus kali. Plot sudah ada. Tokoh sudah bicara. Adegan sudah…
Menulis
Pernah nggak, kamu selesai menulis adegan sedih lalu membaca ulang dan malah merasa, “Lho, kok ini rasanya cuma seperti laporan kehilangan?” Tokohnya sudah menangis. Sudah berkata…
Menulis
“Kejutan kecil sehari-hari.” Kalimat pendek itu bisa jadi pintu. Bukan pintu yang meledak-ledak. Bukan juga pintu menuju pertengkaran besar. Tetapi pintu yang membuat pembaca…
Menulis
Pukul sebelas malam, kotak martabak sudah terbuka di meja yang terlalu kecil, minyaknya mulai menembus kertas. Di sampingnya ada laptop, gelas air, charger yang melilit seperti…
Menulis
Aku pernah mengira draft pertama terasa datar karena aku belum menemukan kalimat yang cukup puitis. Maka aku menambahkan hujan, senja, napas yang bergetar, dan tiga perumpamaan…
Menulis
Pernahkah kamu membaca ulang draft pertama lalu merasa tokohmu seperti sedang berdiri di ruangan kosong, bingung mau melakukan apa? Plotnya mungkin sudah ada. Konfliknya juga ada.…
Menulis
“Martabaknya dingin, tapi aku belum mau pulang.” Kalimat seperti itu tidak harus menjelaskan seluruh hidup tokohnya. Justru bagus kalau tidak. Ia membawa kita ke sebuah ruang…
Menulis
“Twist-nya sudah ada, tapi kenapa draft saya malah terasa seperti lemparan barang dari lemari?” Masalahnya biasanya bukan karena ide plot twist Anda kurang liar. Justru…
Menulis
Ada kebiasaan ganjil yang sering muncul ketika kita menulis: tangan berhenti tepat setelah tokoh mengucapkan kalimat yang paling penting. Bukan karena adegannya selesai, melainkan…
Menulis
“Martabaknya keburu dingin.” Kalimat pendek itu bisa menjadi apa saja. Keluhan biasa. Candaan yang lewat. Atau, jika kita mau tinggal sedikit lebih lama di dalamnya, sebuah tanda…
Menulis
Aku pernah menghabiskan tiga malam hanya untuk memburu satu paragraf pembuka. Hasilnya? Sebuah kalimat yang terdengar seperti ingin memenangkan lomba pidato, lalu lima halaman…
Menulis
Sering nggak sih kamu baca dialog di cerita sendiri lalu mikir, "Ini orang ngobrol kayak robot nggak, ya?" Atau, waktu baca lagi cerita favorit, dialognya justru bikin kamu…
Menulis
Ketika menulis fiksi, terutama cerita panjang seperti webnovel atau novel, seringkali ide yang bermunculan terasa melimpah dan memikat hati. Namun, tantangan terbesar yang…
Menulis
Menulis adalah seni yang membutuhkan latihan dan konsistensi. Banyak penulis pemula maupun menengah sering merasa terhambat bukan karena ide yang sulit ditemukan, melainkan karena…