CeritaGW
Buku / Bab
Bab 14342 kata

Kembali ke Jalur

ZR

Zenith Ramadhan

Persimpangan Antara

Mulai membaca

Raka sampai di halaman rumah. Ayu membuka pintu, alisnya terangkat sebelah, keningnya berkerut. Ayu bingung tetapi menunggu Raka siap menceritakan detailnya. Jam makan malam telah berlalu. Anak-anak tidur lebih cepat. Semesta mendukung dua kepala itu untuk bertukar kata-kata. Respon Ayu sudah lebih lembut daripada sebelumnya, terlebih setelah mendengan penjelasan mendetil dari Raka. Raka dan Ayu mengikhlaskan kejadian Gege kemarin, sebagai pelajaran trust dan money management. Mereka optimis ke depannya akan ada lagi proyek yang lain, dan saat itu tiba, mereka sepakat untuk lebih bijak dalam mengelola proyek dan keuangan. Sedekat apapun dengan partner proyek nanti, jangan sampai kendalinya diserahkan penuh kepada 'orang berpengalaman'. Orang itu memang punya pengalaman, tetapi Raka harus tetap memegang prinsip. Sebagai mana uang, trust tidak bisa diberikan 100%, tetap harus disimpan sebagian sebagai tabungan dan cadangan, just in case.

Hari-hari mereka dalam keterbatasan, sambil menunggu janji dari yang bersangkutan, dan sambil mencari jalan lain. Ayu merasa kepalanya sudah penuh dengan cabang-cabang pikiran dan kekhawatirannya. Raka pun demikian, tetapi ia tidak punya pilihan lain selain terus membuka jalur. Ia mulai menebas segala aral melintang di hadapannya. Beragam proposal dan tender dijalaninya. Satu per satu jalan mulai terbuka, usahanya mulai menunjukkan hasil. Perlahan Raka mulai kembali ke jalur pacu, menancap gas dan membangun kembali mimpinya yang hampir rubuh di dasar kemarin. Ia memastikan pondasi usahanya kuat kali ini, sehingga tidak lagi mudah digoyahkan oleh keculasan orang.

Di sisi lain, Ayu mulai menemukan jalan untuk mengurai kusutnya pikirannya menjadi sebuah produk yang menjual rangkaian kata-kata. Tanpa keluar dari rumah, tanpa harus jauh dari buah hatinya, Ayu mulai juga belajar menancap gas pelan-pelan. Mencoba mengendalikan kendaraan yang akan membawanya laju ke arah yang lebih berpeluang.

Raka dan Ayu tetap bergandengan tangan di jalan kenangan yang sedang mereka bangun bersama. Hari-hari yang penuh dengan pelajaran menempa kebijaksanaan dalam diri mereka. Momentum yang membentuk mereka menjadi tim yang lebih sollid, keluarga yang lebih harmonis, pribadi yang lebih produktif dan jiwa yang lebih kuat. Perlahan laju keluarga ini mulai mencapai kecepatan ideal, stabil, sampai-sampai mereka tidak lagi punya waktu dan energi tersisa untuk memikirkan jatuh tempo janji Gege.

Bab selanjutnya

15 - Boarding Pass

Lanjutkan ke bab berikutnya dari Persimpangan Antara.

Lanjut baca
Kembali ke detail bukuSemua bab

Navigasi bab

Bab 14 / 15
Persimpangan Antara
13

Rest Area

833 kata / Tersedia

14

Kembali ke Jalur

342 kata / Sedang dibaca

15

Boarding Pass

595 kata / Tersedia