CeritaGW
Buku / Bab
Bab 04517 kata

Percakapan Rahasia

S

Summer

My Forbidden Royal Guard

Mulai membaca

Elara duduk di samping Pangeran Lucien di meja utama. Sejak awal jamuan, ia sudah berusaha keras mempertahankan senyum sopannya, meskipun pikirannya terus melayang entah ke mana.

“Apakah kau bosan?” tanya Lucien pelan, mengamati raut wajahnya.

Elara tersentak kecil dari lamunannya. “Tidak.”

“Kau sudah melihat ke arah pintu tiga kali,” goda Lucien dengan ukiran senyum tipis.

Elara memiringkan kepala, berdalih secepat mungkin. “Aku hanya memastikan pelayan tidak lupa membawa hidangan penutup.”

Lucien tertawa kecil mendengarnya. “Sepertinya itu hal yang penting bagimu.”

“Tentu saja,” sahut Elara. “Aku tidak ingin menghadiri jamuan selama berjam-jam tanpa makanan penutup yang layak.”

“Kalau begitu, aku akan memastikan mereka menyajikan sesuatu yang kau sukai,” balas Lucien ramah.

Elara tersenyum tipis. Lucien memang selalu bersikap manis dan penuh perhatian kepadanya. Justru hal itulah yang membuat keadaan terasa semakin rumit. Ia tidak memiliki alasan untuk membenci pria itu.

Setelah hidangan utama selesai disajikan, Elara meminta izin untuk meninggalkan meja sebentar. Ia pergi menuju balkon kecil di sisi bangunan untuk mencari udara segar.

Namun, baru beberapa langkah, Elara sayup-sayup suara percakapan dari balik tikungan.

“Dokumen itu seharusnya sudah dimusnahkan sejak dua belas tahun lalu.”

Elara membeku. Ia sangat mengenali karakter suara berwibawa itu—suara salah satu pejabat senior kerajaan Lyria.

Suara lain menyahut. “Sayangnya, tidak semua salinan berhasil ditemukan.”

Elara mengerutkan kening. Dokumen apa?

Karena rasa penasaran Elara memilih untuk tetap diam di tempat itu sambil mendengarkan percakapan rahasia. Dari celah sempit ia bisa melihat dua pria berdiri berdekatan.

Salah satunya adalah Lord Varen, penasihat kepercayaan Ayahanda. Sementara pria lain adalah utusan khusus Arven.

“Bagaimana dengan catatan perjanjian Astraea?” tanya utusan Arven itu pelan.

Astraea? Bukankah itu nama sebuah kerajaan di Selatan yang telah runtuh 12 tahun yang lalu?

Lord Varen berbisik. “Tidak ada yang perlu dibicarakan mengenai perjanjian itu.”

“Pihak kami membutuhkan kepastian."

“Bukankah sudah jelas?” tegas Lord Varen dingin. “Tidak ada dokumen yang boleh keluar dari arsip rahasia kerajaan.”

“Kalau begitu, bagaimana dengan orang yang masih menyimpan salinannya?”

Lord Varen terdiam cukup lama. “Orang itu sudah lama menghilang,” jawab Lord Varen akhirnya.

“Dan jika dia kembali?”

Lord Varen memiringkan kepala, menjawab dengan nada tanpa ampun, “Pastikan dia tidak sempat membuka mulut.”

Elara refleks menutupi mulutnya sendiri dengan kedua tangan. Jantungnya berdegup kencang Apa maksud mereka? Mengapa sebuah dokumen lama bisa membuat mereka membunuh nyawa seseorang?

Sebelum ia sempat mencerna lebih jauh, Elara menoleh kaget dan mendapati seorang pelayan wanita sedang membawa nampan kosong.

“Putri Elara?” tanya pelayan itu bingung. “Apakah Anda membutuhkan sesuatu, Putri?”

“Tidak,” jawab Elara secepat mungkin, merapikan gaunnya. “Aku hanya... mencari udara segar.”

Pelayan tersebut mengangguk mengerti lalu melanjutkan langkahnya. Namun, bisikan singkat itu rupanya cukup untuk memutus percakapan di lorong samping. Sadar posisinya terancam, Elara segera mundur bergegas.

Saat kembali ke tengah jamuan, entah mengapa sosok Caelan lah yang ia cari untuk menenangkan debaran jantungnya. Caelan berdiri di dekat pintu samping aula, sedang berbincang dengan seorang prajurit jaga.

Begitu menyadari kehadiran Elara dengan wajah pucat, Caelan langsung menghampiri sang putri. “Yang Mulia, apakah ada sesuatu yang terjadi?” tanya Caelan.

Elara menatap mata pengawalnya lekat-lekat. “Kita perlu bicara. Sekarang.”

Caelan membaca keresahan di raut wajah Elara. “Apakah Anda baik-baik saja?”

“Aku tidak tahu.”

Bab selanjutnya

05 - Surat Ancaman

Lanjutkan ke bab berikutnya dari My Forbidden Royal Guard.

Lanjut baca
Kembali ke detail bukuSemua bab

Navigasi bab

Bab 04 / 5
My Forbidden Royal Guard
03

Pengawal Yang Sulit Dipahami

492 kata / Tersedia

04

Percakapan Rahasia

517 kata / Sedang dibaca

05

Surat Ancaman

671 kata / Tersedia