CeritaGW
Buku / Bab
Bab 03492 kata

Pengawal Yang Sulit Dipahami

S

Summer

My Forbidden Royal Guard

Mulai membaca

Elara masih berusaha memahami bagaimana perjalanan singkatnya bersama Caelan bisa berakhir dengan pertemuan tak terduga bersama pasukan Arven.

“Putri Elara,” sapa Lucien dengan senyum tipis. “Sepertinya kita bertemu dalam keadaan yang tidak biasa.”

Elara tersenyum kaku. “Yang Mulia.”

Tatapan tajam Lucien beralih kepada pria di samping sang putri. “Dan siapa pengawal yang menemanimu?”

“Namanya Caelan.”

Caelan menundukkan kepala dengan sikap hormat yang sempurna. “Yang Mulia.”

Lucien mengamatinya beberapa saat. “Aku tidak ingat pernah melihatmu di garda depan sebelumnya.”

“Saya baru ditugaskan belum lama ini, Yang Mulia.” Jawaban Caelan terdengar tenang.

Sebelum percakapan itu berbalik menjadi interogasi, Elara segera menyela.

“Yang Mulia, sebenarnya aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar. Tidak ada maksud untuk membuat keributan di kota.”

Lucien tertawa kecil. “Kenapa seorang putri berada di luar kawasan resmi tanpa pengawalan. Kalau begitu, izinkan aku mengantar kalian kembali ke istana.”

Elara terdiam, kehabisan alasan. Caelan mengambil alih sebelum situasi makin menyudutkan sang putri. “Kesalahan saya, Yang Mulia. Saya seharusnya memastikan Putri tetap berada dalam pengawasan penuh.”

Lucien menatap Caelan. “Kalau begitu, aku berharap kau paham betul betapa berharganya nyawa seorang putri Lyria.”

“Tentu, Yang Mulia.”

Perjalanan kembali menuju istana berlangsung dalam keheningan.

Elara duduk di dalam kereta kerajaan dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Ia melirik ke luar jendela, menyaksikan pepohonan dan jalanan berbatu berlalu cepat, namun pikirannya tertambat pada pria di seberangnya.

Caelan duduk tegak. Wajahnya datar, seolah aksi melarikan diri dari istana beberapa jam lalu hanyalah rutinitas harian biasa.

Elara akhirnya menyerah pada rasa penasarannya. “Caelan Kenapa kamu membantuku kabur tadi?”

Caelan mengalihkan pandangan dari jendela. “Bukankah Anda yang meminta bantuan?”

“Bukan itu maksudku. Kamu bahkan belum mengenalku. Kamu bisa saja menolak atau melaporkanku pada pengawal lain.”

“Saya sempat mempertimbangkannya.”

“Lalu kenapa tetap membantuku?”

Caelan terdiam sejenak. “Karena Anda terlihat sangat membutuhkan udara segar di luar tembok istana.”

Elara berkedip. Jawaban yang begitu jujur dan sederhana itu justru membuatnya tertegun. "Kamu aneh.”

“Saya sering mendengar hal itu, Putri.”

Elara hampir saja tertawa.

Begitu kereta memasuki gerbang istana, ketenangan itu menguap. Para pelayan berhamburan menyambutnya. lara mendengus sebelum akhirnya melangkah menghadapi teguran panjang orang tuanya.

Seperti yang sudah diduga, Ratu meluapkan kekhawatirannya, sementara Raja mengingatkan kembali soal tanggung jawab Elara. Satu-satunya kabar yang membuat Elara makin tertekan adalah jamuan makan malam untuk menyambut rombongan Pangeran Lucien yang akan diadakan nanti malam.

Malam harinya, jamuan megah digelar di aula utama. Lampu gantung kristal memancarkan cahaya keemasan, diiringi alunan musik lembut. Pangeran Lucien tampil menawan dalam balutan busana resmi hitam-emas Arven.

Ia tersenyum pada Elara. “Putri Elara.”

Elara membalas dengan senyum sopan yang dilatihnya sejak kecil. “Pangeran Lucien. Selamat datang di Lyria.”

Lucien mengulurkan tangan untuk mengantarnya menuju tempat duduk terhormat. Elara menerimanya dengan gestur anggun.

Mata Elara sempat melirik sekilas ke arah pintu utama aula. Caelan berdiri di sana di antara barisan pengawal lain. Tatapan mereka berselisih sesaat di antara keramaian. Elara memberikan senyum tipis, dan Caelan membalasnya dengan anggukan singkat.

Malam itu seharusnya hanya menjadi jamuan penyambutan biasa. Setidaknya, begitulah yang Elara pikirkan.

Bab selanjutnya

04 - Percakapan Rahasia

Lanjutkan ke bab berikutnya dari My Forbidden Royal Guard.

Lanjut baca
Kembali ke detail bukuSemua bab

Navigasi bab

Bab 03 / 5
My Forbidden Royal Guard
02

Pelarian Pertama

590 kata / Tersedia

03

Pengawal Yang Sulit Dipahami

492 kata / Sedang dibaca

04

Percakapan Rahasia

517 kata / Tersedia