CeritaGW
Buku / Bab
Bab 18550 kata

Welcome To Hell

L

Lindayanti

The Alpha Legacy

Mulai membaca

Di apartemen mereka, Raphael, Zayyan, dan Samuel bersiap berangkat. Senjata sudah siap, peta sudah ditandai.

Namun di tengah persiapan, ponsel Raphael bergetar. Sebuah pesan muncul di layar.

“Datanglah ke dermaga tua tengah malam. Aku menunggumu. – E.C.”

Raphael memandangi layar itu lama.

Zayyan menatapnya. “Itu pasti jebakan.”

Raphael menggeleng. “Tidak. Itu dia.”

Samuel berdiri, wajahnya tegang. “Aku ikut.”

Raphael menatap Samuel dengan mata tajam. “Kau yakin bisa dipercaya kali ini?”

Samuel menatapnya balik. “Aku akan mati kalau perlu.”

Raphael menatapnya beberapa detik, lalu mengangguk. “Baik. Kita berangkat.”

Malam turun cepat. Dermaga tua sepi, hanya suara angin dan deburan ombak. Lampu-lampu jalan mati setengah, menciptakan suasana suram seperti dunia yang berhenti bernafas.

Raphael berjalan di depan, pistol di tangan. Zayyan dan Samuel mengikuti di belakang. Langkah mereka bergema di antara gudang tua yang berkarat.

Dari balik bayangan kontainer besar, muncul sosok berjaket hitam rambut pendek, mata tajam, langkah mantap.
Evelyn Claire.

“Eve…” suara Raphael pecah, setengah antara lega dan tidak percaya.

Evelyn berhenti, menatap mereka bertiga.

“Lama tidak bertemu, Kak.”

Raphael melangkah cepat, tapi Evelyn mengangkat tangan menghentikannya.

“Don’t. Stay there.”

Zayyan menatapnya. “Kau hidup… Tuhan…”

Evelyn tersenyum tipis. “Sepertinya dunia belum mau aku mati.”

Samuel melangkah maju pelan. “Evelyn…"

Tatapan Evelyn langsung menusuknya. “You.”

Samuel menunduk, suaranya pelan. “Aku minta maaf. Aku gagal.”

Evelyn mendekat perlahan, jarak mereka hanya tinggal beberapa langkah.

“Kau tidak gagal, Sam. Kau cuma memilih sisi yang salah.”

Samuel menatapnya dengan mata penuh rasa bersalah. “Aku diserahkan Alphonso. Aku pikir aku bisa melindungi mu dengan pura-pura mengkhianatimu.”

Evelyn menatapnya tanpa emosi. “Dan sekarang?”

Samuel menatapnya mantap. “Sekarang aku di sisimu. Sampai akhir.”

Evelyn menatapnya lama, lalu berbisik pelan, “Jangan bohong lagi. Aku benci pengkhianat.”

Seketika, suara tembakan terdengar dari jauh. Sebuah peluru melesat menghantam kontainer di samping mereka.

Raphael langsung menarik Evelyn ke belakang. “Ambush!”
Zayyan berteriak, “Genesis! Mereka sudah di sini!”

Suara langkah berat dan desing peluru memenuhi dermaga. Pasukan Genesis muncul dari berbagai arah, bersenjata lengkap. Samuel segera menembak balik, melindungi Evelyn. Raphael menutup sisi kanan, Zayyan menembak dari balik tumpukan peti. Pertempuran sengit terjadi di tengah hujan salju. Suara peluru dan teriakan bergema di udara dingin.

Evelyn berlari ke arah kapal besar di ujung dermaga, mencoba menembus garis musuh.

Raphael berteriak, “Eve! Jangan pergi sendiri!”

Tapi Evelyn tak mendengar. Ia sudah menembus ke dalam kapal dan di sana, di dek utama, berdiri sosok yang tak asing.
Alphonso.

Tubuhnya separuh rusak, tapi matanya tetap hidup.

Ia tersenyum dingin. “Hello, Evelyn. Long time no see.”
Evelyn mengangkat pistolnya. “Kau seharusnya mati di bawah reruntuhan itu.”

Alphonso tertawa pelan. “Tuhan tidak membunuh iblis, sayang. Dia biarkan iblis berjalan untuk menguji manusia.”

Evelyn menatapnya tajam. “Kalau begitu, biarkan aku jadi ujian terakhirmu.”

Ia menembak tanpa ragu. Peluru pertama mengenai bahu Alphonso, tapi pria itu tetap berdiri.

“Kau mirip ibumu,” katanya lirih. “Tapi lebih berbahaya.”

Evelyn mendekat, menodongkan pistol ke dada Alphonso.

“Ya, dan itu yang membuatku masih hidup.”

Namun sebelum ia menarik pelatuk, sesuatu meledak di bawah dek.

Kapal berguncang keras. Raphael, Zayyan, dan Samuel berlari ke arah kapal, tapi ledakan kedua menghantam sisi dermaga.
Gelombang besar menghantam, api menjilat langit malam. Evelyn menatap Alphonso yang tertawa di tengah api.

“Welcome to hell, Evelyn Claire.”

Api membakar laut. Langit memerah. Dan di tengah kekacauan itu, hanya ada satu hal yang pasti. Warisan darah keluarga Claire belum selesai.

Kembali ke detail bukuSemua bab

Navigasi bab

Bab 18 / 18
The Alpha Legacy
17

The Hound Comes Home

774 kata / Tersedia

18

Welcome To Hell

550 kata / Sedang dibaca