Fyda Fauziyyah
Martabak, Kosan Sempit, dan Pelajaran Jadi Orang Dewasa
Mulai membaca
Aku, yang dulu tidak pernah perlu bertanya bagaimana bahan makanan bisa sampai ke dalam kulkas, kini harus berdiri di lorong supermarket sambil menghitung pengeluaran dengan saksama. Aku, yang dulu selalu menemukan tumpukan baju bersih dan wangi di lemari, kini harus bergelut dengan cucian yang menumpuk di tengah rasa lelah sepulang kerja. Aku, yang dulu tinggal di rumah yang selalu hangat karena kehadiran orang lain, kini harus belajar menciptakan kenyamanan itu sendirian, tanpa ada yang memastikan apakah aku sudah makan atau apakah aku baik-baik saja hari ini.
Ada malam-malam ketika aku merasa sangat rapuh. Ketika kelelahan terasa begitu pekat dan tidak ada bahu untuk berbagi cerita secara langsung. Ketika tidak ada suara ibu yang mengingatkan untuk istirahat atau suara nenek yang menyuruh makan. Ruang yang dulu kuanggap surga kebebasan, terkadang terasa seperti kotak kaca yang sunyi.
Namun, di tengah kesunyian dan beban tanggung jawab itu, aku merasakan ada sesuatu yang tumbuh pelan-pelan di dalam dadaku: sebuah kebanggaan kecil.
Kebanggaan bahwa aku berhasil bertahan melampaui satu bulan lagi. Kebanggaan bahwa aku belajar cara memperbaiki hal-hal yang rusak, baik itu keran air yang bocor maupun hatiku yang sedang patah. Kebanggaan bahwa aku tidak menyerah meski godaan untuk pulang ke kenyamanan rumah sangatlah besar.
Sekarang aku mengerti sepenuhnya: kebebasan adalah sebuah hadiah sekaligus ujian. Ia tidak datang untuk memanjakanmu dengan kemudahan, melainkan untuk membentuk karaktermu dengan kesulitan. Ia memintamu untuk menjaga hidupmu sendiri, menumbuhkan keberanianmu sendiri, dan perlahan-lahan belajar mencintai dirimu sendiri tanpa perlu validasi dari mata-mata yang dulu mengawasimu.
Ternyata, hal paling membebaskan dari tinggal sendiri bukanlah bisa pulang jam berapa saja, melainkan menyadari bahwa aku cukup kuat untuk mengurus diriku sendiri.
Bab selanjutnya
Lanjutkan ke bab berikutnya dari Martabak, Kosan Sempit, dan Pelajaran Jadi Orang Dewasa.