CeritaGW
Buku / Bab
Bab 03564 kata

Perasaan yang tidak bisa diartikan

rn

raya nufis

Kita Ini apa?

Mulai membaca

Stasiun, bandara, dan terminal itu lah tempat dimana seseorang datang dan pergi begitu saja dikehidupan kita

Raya duduk melamun di sebuah sudut stasiun, hari ini dia akan berangkat ke Solo untuk tugas kantornya, diapun heran kenapa harus Raya yang dipilih untuk tugas kali ini, padahal hitungannya Raya masih baru dikantornya, masih ada Mbak Ulan, Mas Irul, Mbak Ande atau Mas Yan yang lebih senior daripada Raya, tapi yaa sudahlah itung-itung mencari pengalaman

Raya melihat banyak orang lalu lalang distasiun, ada yang buru-buru masuk ke dalam stasiun karena datang terlambat, atau juga ada yang saling berpelukan satu sama lain, sebelum akhirnya mereka berpisah, atau ada yang masih ngobrol dengan temannya, orangtua bahkan pasanganya, ada juga yang menikmati makanan dan minuman dengan segala permasalahan masing-masing dihidupnya

Raya menjadi salah satu yang masuk di golongan menikmati minuman kopi dan dengan pikirannya, Raya masih memikirkan percakapan random yang dia lakukan dengan Naya beberapa waktu lalu

"Lu ga harus buru-buru moveon, lu nikmati aja semua proses yang ada didalam hidup lu, kalo lu buru-buru nantinya akan kecewa lagi yang tak sesuai ekspektasi lu, semua ada proses yang lu harus lewati, itulah namanya hidup, tapi lu juga harus pelan-pelan membuka peluang untuk orang baru yang masuk dikehidupan lu, banyak yang care sama lu, banyak yang mau jadi pasangan lu"

"Siapa yang mau nerima gw Nay, yang udah ga sempurna"

"hahaha kamprreetttt" Raya melempar boneka dimejanya

Bukannya Raya ga mau membuka hati untuk yang lain tapi Raya belum tau bagaimana caranya, kalo tau sudah dia lakukan dari awal

triingg, ada suara pesan masuk di Hp Raya

"Kamu jadi ke Solo hari ini Raya?"

Raya sudah tau siapa yang mengkirimkan pesan singkat itu, karena muncul popup di Hpnya

"Iya, ini aku sudah distasiun , nunggu kereta jam 10 nanti" tanpa sadar Raya membalas pesan itu, padahal dia tak berniat untuk membalasnya

"Hati-hati dijalan, maaf aku ga sempet nganter ke stasiun karena ada kerjaan mendadak, ini aku dikantor"

tring nufis mengirimkan foto bukti kalo nufis sedang dikantor

Raya membalas dengan mengirimkan foto selfie sambil memang gelas kopi

"Kamu pulang kapan?"

"Aku di Solo sekitar 4harian, entah apa yang akan aku kerjakan disana nantinya"

"Berkabar aja nanti sampenya di Jakartanya, aku akan jemput kamu distasiun"

"Iyaa"

Raya tiba-tiba memikirkan kata-kata Naya, "kalo lu jadi prioritas dia, pasti dia akan selalu ada buat lu Nay, dia akan berusaha lebih buat lu, termasuk anter jemput lu atau ga pas lu bete dikantor atau pas lu ada masalah , bukan dateng pas dia ada masalah doang"

Sekarang Raya paham akan hal itu, pada akhirnya Raya akan melakukan semua sendiri, dengan perasaannya sendiri, Raya hanya bisa menandalkan dirinya sendiri, tanpa orang lain sekalipun itu Nufis

Kereta Raya datang tepat waktu, Raya menempati kursi dekat jendela di kereta no 4, perjalanan ditempuh selama kurang lebih 7 jam, disepanjang jalan pemandangan sawah, gunung, sungai dan danau menjadi pemandangan yang asyik yang tidak boleh dilewatkan, itulah kenapa Raya memilih perjalanan siang karena dia ingin menikmati pemandangan tersebut

Raya berandai-andai, gimana nanti kalau dia bisa pindah ke daerah, meninggalkan semua kenangan yang dia bangun disana, membuka semua hal dengan baru, hidupnya, pertemanannya, vibesnya semua baru, yyaa semoga saja akan terkabulkan

Raya akhirnya paham kenapa banyak orang-orang memilih transportasi kereta untuk berpergian untuk keluar kota, karena memang vibes kereta seasyik ini, bisa menikmati semua dan akhirnya bila meberikan sebuah pesan bahwa hidup harus bisa kamu nikmati dengan caramu sendiri dan alam akan mendukungnya

Bab selanjutnya

04 - Pesan itu

Lanjutkan ke bab berikutnya dari Kita Ini apa?.

Lanjut baca
Kembali ke detail bukuSemua bab

Navigasi bab

Bab 03 / 7

Kita Ini apa?

02

Menyelesaikan Yang Harusnya Selesai

1.219 kata / Tersedia

03

Perasaan yang tidak bisa diartikan

564 kata / Sedang dibaca

04

Pesan itu

796 kata / Tersedia