raya nufis
Kita Ini apa?
Mulai membaca
kehilangan kali ini terasa sangat berbeda. bukan hanya sekedar perpisahan yang biasa, melainkan tentang seseorang yang perlahan tumbuh menjadi bagian dari hidup, ia hadir di hari-hari sederhana, menyatu dalam kebiasaan yang tak pernah dipertanyakan, hinga terasa begitu dekat tanpa perlu diberi nama. bukan hanya sebagai teman, tapi sebagai tempat berbagi, bercanda, bahkan seling menjaga. lalu ketika ia pergi, yang tertinggal bukan hanya kenangan, melainkan juga ruang-ruang kecil yang kini terasa sunyi
hal-hal yang dulu terasa biasa kini telah berubah menjadi hening, yang sangat sulit dijelaskan. kebiasaan kecil mendadak terasa sangat asing, dan moment sederhana kehilangan hangatnya seolah ada bagian dari hidup yang ikut terlepas tanpa sempat dipersiapkan, nggak papa kalau sedih, nggak papa kalau terasa kosong, karena itu tanda semuanya pernah tulus, bukan sekedar status, tapi benar-benar rasa yang sangat tulus. orang baik memang kadang tidak lama tinggal, tapi mereka selalu meninggalkan sesuatu kenangan yang tidak hilang dan jejak hangat yang terus terasa
kehilangan bukan berarti semuanya ikut pergi ada bagian yang akan menetap, ada kehangatan yang tertinggal dan ada cerita yang akan terus hidup dalam ingatan. mungkin sekarang raga memang tak bisa dipeluk, tapi semua yang pernah diberikan tetap ada, namun terasa kini ia bahagia dan ketulusan dan kebaikannya hidup dicerita yang terus akan abadi di ingatan dan dicara yang ia dikenang dengan penuh rasa sayang, pelan-pelan rasa seperti itu akan belajar menjadi tenang, dan pada akhirnya, yang tersisa bukan hanya duka melainkan juga syukur karena pernah dipertemukan , meski harus dipisahkan