CeritaGW
Buku / Bab
Bab 16448 kata

Kejutan Tersembunyi

ZR

Zenith Ramadhan

Garis Selari

Mulai membaca

14 Maret 2009, hari Sabtu yang seharusnya menjadi jadwal rutin kencan Paul dan Rinjani, berubah menjadi hari yang kelabu dengan kejutan yang paling mengejutan bagi keduanya. Paul sadar telah lama sibuk dengan urusannya. Ia bahkan harus mengutus seseorang untuk memantau papan pengumuman beasiswa agar tidak ketinggalan berita. Ia ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat pada Rinjani.

Untuk membuat kejutan yang lebih menarik, Paul menyiapkan skenario beresiko tinggi. Ia meminta tolong teman-temannya untuk menahan Rinjani sebentar di luar, agar ia bisa izin kepada pemilik kos Rinjani untuk menyiapkan kejutan di kosnya. Di luar kendali, prank itu berakhir menjadi kenyataan pahit.

Tepat saat Paul terburu-buru pamit dari teras kos Fey & Jarwo, Rinjani menangis. Sampai saat itu, keadaan masih sesuai naskah. Akan tetapi, keadaan mulai di luar kendali saat Rinjani yang panik, menghentikan langkah di pinggir jalan, dan datanglah Alif mencoba menyelamatkan Rinjani. Bukannya kembali ke kosan, mereka malah mencari udara segar, dan tak kunjung pulang hingga tengah malam.

Paul yang menunggu di kamar kos Rinjani beberapa jam akhirnya menyerah. Pada jam 8, saat waktu bertamu di kamar kos itu berakhir, ia pamit kepada Ibu kos. "Belum pulang juga si Neng-nya Mas. Nanti Ibu sampein Masnya dateng dan nunggu," kata Ibu kos kepada Paul. Paul yang gondok, menjawab lemas "Gak usah, Bu. Terima kasih." Dia melengos ke arah parkiran, memakai helmnya, dan mendapati SMS masuk, "Gw liat cewek lu, sama cowok lain, di Punclut," lengkap dengan lampiran foto di mana Rinjani dan Alif berada dalam satu frame.

Panas mulai merambat dari dada Paul sampai ke telinga, terus naik hingga ke otak. Dia menelepon nomor Rinjani, tetapi tidak diangkat. Dia terus menerus menelepon tetapi pada akhirnya Rinjani menolak teleponnya. Dalam keadaan emosi, Paul mengetik pesan di luar kendalinya. Cemburu.

Rupanya prank yang ia siapkan adalah bumerang, yang kembali menjahili dirinya sendiri. Kejutan yang ia siapkan hanya sampai setengahnya kepada Rinjani. Itupun yang sampai hanya kesan buruk, sebagai persiapan kejutan utamanya. Sedangkan kejutan utamanya tidak pernah sampai. Ia kembali meminta izin kepada ibu kos untuk mengambil barang yang tertinggal di kamar. Ia membawa serta buket bunga yang sudah disiapkannya untuk Rinjani. Ia pergi tanpa meninggalkan jejak. Ia bahkan berpesan kepada Ibu Kos supaya Rinjani tidak diinfo sama sekali tentang kedatangannya.

Paul yang terbiasa membuat kejutan, hari ini mendapat kejutan yang benar-benar di luar dugaannya. Ia menyangka bahwa saat ia berpura-pura memutuskan Rinjani, maka Rinjani akan menangis sebentar di teras kos temannya itu dan berlari ke kosannya sendiri untuk meratapi keadaan, dan dia akan menjadi kejutan itu sendiri. Angan keceriaan yang ia bayangkan sebelumnya berubah menjadi awan kelam. Kejadian hari benar-benar di luar dugaannya. Mereka akhirnya benar-benar harus kandas, di tengah skenario kejutan yang tidak tuntas, yang sisanya akan tetap menjadi misteri yang tidak pernah terkuak kepada Rinjani.

Kembali ke detail bukuSemua bab

Navigasi bab

Bab 16 / 16
Garis Selari
15

Aerial View

533 kata / Tersedia

16

Kejutan Tersembunyi

448 kata / Sedang dibaca