CeritaGW
Buku / Bab
Bab 13496 kata

Bab 13

TA

Tika Apriyanti

30 hari mengejar cinta jeanne

Mulai membaca

Kaito buru-buru menghampiri Jeanne begitu ia tiba di kantor. Dari raut wajahnya, Jeanne tahu ada sesuatu yang tidak beres.

"Maaf, Jeanne. Model perempuan yang seharusnya ikut pemotretan hari ini tidak bisa datang. Aku sudah menghubungi penggantinya, tapi dia punya jadwal dengan klien lain.”

Jeanne menatapnya. "Pemotretannya bisa diundur?”

Kaito menggeleng. Mereka sama-sama tahu jawabannya bahkan sebelum Jeanne bertanya. Jadwal selama tiga puluh hari di Jepang sudah disusun rapat. Menunda satu sesi berarti menggeser pekerjaan lain yang bergantung pada hasil foto hari ini.

"Apakah kau bersedia menggantikannya?” tanya Kaito.

"Aku?”

"Ya. Kurasa kau bisa melakukannya.”

Jeanne nyaris tertawa. Entah dari mana Kaito mendapat keyakinan itu. Ia jarang berpose di depan kamera, apalagi untuk pemotretan yang hasilnya akan digunakan Cacao. Namun, Kaito masih menunggu jawabannya, dan ia sendiri tak punya usul yang lebih baik.

"Baiklah,” kata Jeanne akhirnya. "Tapi jangan salahkan aku kalau hasilnya aneh.”

Kaito langsung tampil lega.

Jeanne menceritakan perubahan rencana itu kepada seluruh timnya. Mereka malah tertawa, membuat Jeanne semakin kesal. 

Segalanya bergerak cepat setelah itu. Di studio yang hampir seluruhnya berwarna putih, lampu-lampu sudah menyala dan kamera telah disiapkan. Fay dan Katrin membantu Jeanne mengenakan pakaian untuk sesi pertama. Tak lama kemudian, ia berdiri sendirian di depan kamera.

Jeanne mendadak teringat hari pertamany sekolah di Meksiko, ketika guru memintanya memperkenalkan diri di hadapan seluruh kelas. Perasaan gugup yang sama kembali memenuhi dadanya.

"Okay, one, two, three…”

Fotografer mulai memberi arahan. Jeanne mengikuti sebisanya, meski setiap gerakan terasa kaku. Ia bisa merasakan orang-orang memperhatikannya. Di sudut ruangan, Fumiya berdiri bersama Kaito. Mereka sedang berbicara, tetapi setiap kali Jeanne melirik, tatapan Fumiya tertuju kepadanya.

Setelah beberapa kali mencoba, Jeanne mulai memahami arahan fotografer. Sesi pertama pun selesai. Fay dan Katrin segera membawakan pakaian berikutnya, lalu membantu merapikan riasannya.

"Setelah ini foto berpasangan,” kata Katrin.

Jeanne Menoleh. "Berpasangan?”

Ia belum sempat bertanya lebih jauh ketika Fumiya masuk ke studio dengan pakaian yang warnanya senada dengan milik Jeanne.

"Jadi aku akan berfoto dengan Fumiya?” Jeanne memastikan kepada Kaito.

"Ya. Ini model yang kuceritakan waktu kau pertama kali datang,” jawab Kaito dengan nada menggoda.

Fumiya tertawa dan memukul pelan lengan Kaito.

Sesi itu dimulai dengan pose-pose yang sudah disiapkan tim. Jeanne memegang lengan Fumiya dan menyandarkan kepala di bahunya. Lalu mereka diminta saling memandang sambil tertawa, menatap ke arah yang berbeda, dan bergantian melihat satu sama lain. Setiap kali Jeanne merasa canggung, Fumiya mengikuti arahan fotografer dengan tenang, membuatnya sedikit lebih mudah melakukannya.

Pada pose berikutnya, Fumiya duduk di kursi. Jeanne berdiri di sisinya dan sedikit membungkuk, seolah mereka sedang berbincang. Wajah mereka begitu dekat. Bahkan lebih dekat daripada saat Fumiya menghampirinya di restoran malam itu.

Untuk sesaat, Jeanne lupa pada kamera di hadapan mereka.

"Oke, perfect!” seru fotografer.

Tepuk tangan dari tim membuat Jeanne tersadar. Ia buru-buru menegakkan tubuh, sementara Fumiya menoleh kepadanya sambil tersenyum.

Beberapa jam kemudian….

Satu per satu orang di kantor berpamitan pulang, termasuk Fay, Katrin, Gisela, dan Bob. Hampir pukul sembilan malam, tetapi Jeanne masih duduk di depan laptop, memeriksa hasil pemotretan siang tadi.

Bab selanjutnya

14 - Bab 14

Lanjutkan ke bab berikutnya dari 30 hari mengejar cinta jeanne.

Lanjut baca
Kembali ke detail bukuSemua bab

Navigasi bab

Bab 13 / 15
30 hari mengejar cinta jeanne
12

Bab 12

664 kata / Tersedia

13

Bab 13

496 kata / Sedang dibaca

14

Bab 14

538 kata / Tersedia