Seringkali, saat menulis cerita fiksi atau webnovel, kamu pernah merasakan draft pertama yang kamu buat terasa berantakan. Cerita seperti nggak nyambung, tokoh utama kelihatan gagal menyampaikan hal penting, dan ide-ide yang ingin kamu tulis berhamburan tanpa arah yang jelas. Ini sangat umum terjadi, terutama bagi penulis pemula sampai menengah yang sedang membangun kebiasaan menulis harian.
Jangan khawatir, rasa frustrasi itu adalah bagian dari proses. Di sini, kita akan membahas beberapa kesalahan umum yang sering bikin draft pertama jadi berantakan dan bagaimana cara praktis memperbaikinya.
1. Memaksakan Tokoh Utama untuk 'Harus' Mengatakan Hal Penting dalam Sekaligus
Kesalahan: Banyak penulis berusaha langsung mengekspresikan pesan penting lewat dialog atau pikiran tokoh utama dalam satu kali kesempatan. Akibatnya, dialog terasa kaku, dan cerita jadi nggak natural.
Cara memperbaiki: Biarkan tokoh utama menunjukkan perasaannya secara bertahap lewat aksi, reaksi, dan interaksi dengan tokoh lain. Misalnya, jangan langsung tulis, "Aku merasa bersalah karena tidak mampu melindungimu," tapi perlihatkan lewat suara yang bergetar, tatapan yang menghindar, atau tindakan kecil yang mencerminkan rasa bersalah itu.
Contoh konteks:
Bayangkan seorang tokoh utama yang gagal mengungkapkan bahwa dia menyukai sahabatnya. Jika kamu menulis, "Aku suka kamu," tiba-tiba dalam dialog, draft pertama mungkin terasa kaku dan tiba-tiba. Lebih baik biarkan perasaan ini muncul lewat keraguan, gestur canggung, atau percakapan tidak langsung di beberapa bagian cerita.
2. Terlalu Fokus Mengedit Saat Menulis Draft Pertama
Kesalahan: Mengoreksi kalimat yang baru saja kamu tulis sebelum melanjutkan membuat ide baru dapat memecah konsentrasi dan membuat alur cerita terputus-putus.
Cara memperbaiki: Jangan takut buat tulisanmu berantakan di awal. Biarkan aliran cerita berjalan tanpa khawatir soal kesalahan ejaan atau struktur kalimat. Simpan pekerjaan revisi untuk sesi editing berikutnya setelah kamu punya gambaran keseluruhan cerita.
3. Tidak Memberi Ruang untuk Ide yang Berkembang
Kesalahan: Berusaha menulis dengan plot yang terlalu kaku di draft pertama sehingga gagasan baru nggak punya kesempatan muncul.
Cara memperbaiki: Gunakan metode brainstorming sambil menulis, seperti catatan samping atau paragraf liar, untuk menangkap ide baru yang mungkin muncul dan bisa disusun di revisi selanjutnya.
4. Melupakan Tujuan Cerita di Awal Penulisan
Kesalahan: Kadang, ketidaktahuan akan inti cerita membuat draft terasa berantakan karena jalan cerita melenceng atau karakter tidak konsisten.
Cara memperbaiki: Sebelum mulai menulis, tulis satu kalimat sederhana yang menjelaskan inti cerita atau pesan yang ingin kamu sampaikan. Kembali ke kalimat ini saat merasa bingung, agar cerita tetap fokus.
5. Menunda Restart atau Mengabaikan Draft Lama
Kesalahan: Merasa draft pertama gagal lalu menyerah atau membuang begitu saja pekerjaan yang sudah ada.
Cara memperbaiki: Anggap draft pertama seperti draf sketsa lukisan. Tidak harus sempurna, tapi cukup untuk kamu kembangkan. Kadang, dengan membacanya kembali setelah jeda, ide baru muncul untuk memperbaiki dan memperjelas cerita.
Menulis adalah perjalanan panjang yang penuh dengan percobaan dan kesalahan. Jangan takut pada draft pertama yang berantakan. Alih-alih terjebak pada kesempurnaan instan, biarkan dirimu berkembang dengan menulis rutin dan mengenali kesalahan-kesalahan umum seperti di atas. Ingat, cerita hebat lahir dari gesekan dan proses yang kamu jalani. Yuk, mulai lagi menulis hari ini dan biarkan cerita kamu menemukan suaranya secara perlahan.
