CeritaGW
Buku / Bab
Bab 11316 kata

Jalan Bebas Hambatan

ZR

Zenith Ramadhan

Persimpangan Antara

Mulai membaca

Mendengar Raka berhenti dari pekerjaannya, Bu Nur berpikir keras. Bagaimana nasib anak cucunya dalam beberapa waktu ke depan. Bagaimana Raka sebagai seorang kepala keluarga bisa mengambil keputusan se-ekstrem itu. Di sisi lain, ia juga tidak bisa menyangkal bahwa kesehatan anaknya itu adalah prioritas utama. Pak Hadi sama khawatirnya, tapi ia terus meyakinkan istrinya itu bahwa rezeki itu dari Ilahi bukan dari instansi. Seekor cacing di dalam tanahpun sudah dijamin rezekinya oleh Allah, begitupun anak cucunya.

Mereka sepakat untuk tidak mempertanyakan alasan, tetapi melangitkan do'a dan harapan. Dengan resminya keputusan yang diambil Raka, mereka membangun jalan bebas hambatan melalui do'a-do'a dan dzikirnya, serta memperkuat keyakinannya kepada Yang Maha Kuasa. Raka telah keluar dari sebuah jalan rezeki, dan menuju jalur lain. Ia mungkin sedang menginjak rem di di sebuah gerbang tol otomatis, dan menge-tap-kan kartu. Ia memasuki wilayah tol yang baru saja dibuka, bersama dukungan do'a-do'a orang tua. Ia seyakin itu menginjak pedal gasnya, karena ia yakin Allah tak akan meninggalkanya. Terlebih, ia masih punya booster do'a ibu, dan ridho istrinya.

Raka terus melaju dalam kecepatan wajar, melintasi berbagai rambu dan berbagai patok kilometer di lajur kiri. Ia tak melihat gapura perbatasan antar kota atau provinsi di jalan ini. Namun, ia tak lagi mengemudi tanpa tujuan seperti perjalanan sebelumnya. Kali ini, ia sudah lebih dulu memasang tujuan pada Gmapnya, memastikan jalur terbaik dan paling efisien diantara berbagai pilihan, mempersiapkan bensin dan saldo e-money. Ia membawa serta anak dan istrinya dalam perjalanan yang akan panjang ini. Perjalanan di jalan bebas hambatan ini tak lepas dari lubang, kemacetan dan teguran klakson orang lain. Tak jarang juga mereka diguyur hujan badai yang mengaburkan pandangan, dan harus berhenti di rest area.

Pak Hadi dan Bu Nur terus melangitkan do'a memastikan Raka selalu berada di jalan bebas hambatan, pada lajur yang benar dengan perlindungan dari segala penjuru. Mereka meyakini bahwa keadaan akan segera membaik, dan Raka bersama keluarga kecilnya akan sampai pada titik tujuan dengan selamat.

Bab selanjutnya

12 - Hantaman Keras

Lanjutkan ke bab berikutnya dari Persimpangan Antara.

Lanjut baca
Kembali ke detail bukuSemua bab

Navigasi bab

Bab 11 / 15
Persimpangan Antara
10

Lampu Hijau

439 kata / Tersedia

11

Jalan Bebas Hambatan

316 kata / Sedang dibaca

12

Hantaman Keras

623 kata / Tersedia