CeritaGW
Buku / Bab
Bab 04574 kata

Helm Kuning

ZR

Zenith Ramadhan

Persimpangan Antara

Mulai membaca

Dua Belas tahun lalu, Raka membuka surel yang masuk dari sebuah pabrik tekstil. Isinya kurang lebih, "Selamat Anda Lolos". Haru dan bahagia mengalir di dalam darah Raka. Bu Nur terharu, ia akhirnya harus melepaskan anak pertamanya ke dunia yang sesungguhnya. Tak hentinya ia berdoa, agar Raka selalu mendapat perlindungan dan keselamatan. Bagaimanapun, ini adalah pekerjaan pertama Raka. Di sebuah kota kecil, di sebuah pabrik kecil, sebagai orang di belakang panggung,yang hampir tidak terlihat di jam sibuk, Raka mulai memasuki dunia kerja, jauh sebelum ia mengenal Ayu.

Raka bersyukur mendapatkan pekerjaan pertamanya tanpa harus jauh-jauh dari Bu Nur. Raka selalu datang tepat waktu. "Pagi amat Ka, kerajinan kamu," sapa seorang senior yang tegas berkumis yang baru saja datang menaruh tas slendangnya di meja, tepat sebelum bel masuk kerja. Ia adalah orang tangguh yang selama ini bekerja sendirian di tim ini. Namanya Mas Baha. Ia sudah berkeluarga, memiliki 1 istri dan 3 anak. Awalnya ia melakukan semua inspeksi, pengcegahan dan pemeliharaan di pabrik itu sendiri. Bayangkan beratnya beban dia selama bertahun-tahun. Terkadang untuk urusan yang lebih rumit ia bekerja sama dengan vendor teknis.

Sebetulnya sudah lama Mas Baha mengusulkan kepada atasannya untuk merekrut seorang partner kerja karena tingginya resiko pada pekerjaan tersebut. Apalagi yang ia rawat bukan gedung biasa, melainkan sebuah pabrik. Pada usulan ke 4 akhirnya pihak manajemen menyetujui perekrutan karyawan baru yang akan mendampingi Mas Baha. Rezeki Raka terbuka di pabrik itu.

Tiba saat tugas inspeksi pertamanya di PT. JayaTex, ia bersemangat mengikuti seniornya yang tampak lihai menjelaskan dan melakukan pemeriksaan. "Hari ini kita main kotor dulu, ya. Siap-siap! Kita berdo'a dulu supaya diberi keselamatan, ..." ucap Mas Baha pagi itu. Rupanya hari ini jadwal membersihkan instalasi pembuangan limbah. Mas Baha berjalan di depan Raka, memimpin ke arah bak yang dituju. Tiba-tiba langakahnya berhenti, kemudian ia berbalik, DEG, Raka kaget "Raka, nanti saya aja yang turun, kamu perhatikan saja dari atas," ucap Mas Baha tegas.

"Tumben," Raka membatin. "Saya sudah lama bilang sama Pak Kur, kalo kerjaan ini gabisa pake seragam begini doang. Ini pekerjaan bukan cuma kotor, tapi beresiko." Mas Baha menoceh sambil terus melangkah maju, "Nyawa lho taruhannya. Saya udah jelasin kalo kerjaan ini butuh peralatan lengkap yang lebih safety. Tapi 'orang bersih' ga ngerti kalo bahaya yang lebih mengancam itu bukan yang kelihatan kotornya, justru yang ga kelihatannya." Raka yang tertinggal beberapa langkah di belakang hanya bisa merespon dengan bunyi "Oh ..." agar Mas Baha tidak merasa bicara sendirian.

Mereka sampai di depan bak penampungan limbah. Bau menyengat mulai menusuk sinus di hidung Raka. Ia diam-diam menghela nafas panjang, tak mau mengeluhkan jalan rezekinya. Tali sepatu Raka terlepas. Ia membungkuk, menaruh peralatan di sampingnya. Sambil tetap menahan bau, ia mengikatkan tali sepatunya.

Raka hampir tak kuat menahan bau, ia agak berlama-lama jongkok sambil menutup hidungnya dengan lengan kirinya, sambil memperbaiki posisi helm kuningnya yang melorot. Mas Baha tengah membuka bak kontrol saat Raka sedang mencoba kembali berdiri. Dalam hitungan detik saja Mas Baha langsung jatuh pingsan. "Mas, Baha, ..." Raka terbelalak. Ia berlari tergopoh-gopoh berusaha menggendong Mas Baha berlari keluar area limbah. Nafasnya mulai habis. Ia melihat cahaya di ujung ruangan, pintu keluar. Pandangannya mulai gelap, tepat di depan pintu itu mereka berdua tergeletak tak sadarkan diri.

Yang Raka ingat hanyalah cahaya di balik pintu yang ia lihat terakhir kali, selebihnya adalah kegelapan. Raka mendapati dirinya menatap langi-langit. Ia terbangun di rumah sakit. Sedangkan Bu Nur menangis di sampingnya, tak henti mengucap syukur bahwa Raka kembali terbangun. Pada sore itu, Raka mendapati kabar pahit, "Mas Baha meninggal dunia."

Bab selanjutnya

05 - Kotak Pandora Terbuka

Lanjutkan ke bab berikutnya dari Persimpangan Antara.

Lanjut baca
Kembali ke detail bukuSemua bab

Navigasi bab

Bab 04 / 15
Persimpangan Antara
03

Lampu Kuning

528 kata / Tersedia

04

Helm Kuning

574 kata / Sedang dibaca

05

Kotak Pandora Terbuka

439 kata / Tersedia