CeritaGW
Buku / Bab
Bab 011.406 kata

Juguday

AP

Aldiansyah Putra

OrOrAnSuBa

Mulai membaca

Pada suatu aku sebuah ciptaan duniaku.
๐Ÿ™

Pada sebuah duniaku yang biasanya biasa karena biasanya memang biasa.๐Ÿ™‚

Terdapat hari yang biasa seperti hari yang biasanya saja.
Di suatu hari yang biasanya biasa biasa saja.

Terdapat 3 orang aneh yang sedang berjalan bersama.
Mereka ingin pergi ke sebuah toko buku yang baru buka kemarin.
Namanya itu Phanapha.๐Ÿ™‚
Mereka pergi ke sana karena mereka ingin pergi ke sana untuk mencari buku.

Mereka baru saja lulus esempeh kemarin, jadi sekarang mereka libur.

Gak kemarin sih, dua minggu yang lalu.๐Ÿ˜‘
Tapi anggap aja kemarin.

Saat libur, mereka menghabiskan banyak waktu hidup mereka di rumah dengan membaca buku sembari menunggu pembukaan pendaftaran penerimaan siswa baru di sekolah favorit.

Sampai pada suatu ketika mereka merasa bosan di rumah, stok bahan bacaan mereka di rumah pun sudah habis.
Terus mereka mendengar ada toko buku yang baru buka.
Nah, jadilah mereka janjian ke sana buat nyari buku.

Biar aku perkenalkan kalian pada mereka.

Neva, Ruwa, dan Kel.

Udah itu aja.๐Ÿ˜ƒ

Saat mereka sudah sampai di sana, mereka berpisah dan mulai mencari buku-buku yang menurut mereka menarik.

Setelah mendapat buku, mereka berkumpul di salah satu meja dan mengobrol.
Tapi sebelum itu mereka bayar bukunya dulu.๐Ÿ˜

Nah, terus...

Ruwa: Jadi kalian beli buku apa aja tadi?

Neva: Aku beli Waktu Yang Terpenggal, Para Pencari Keabadian, sama Planetarium Dimensi Ke-9.

Ruwa: Menarik.๐Ÿ˜ฎ

Ruwa: Kalau Kel?

Kel: Aku beli Bunga Bunga Waktu, Surat Di Atas Pohon, sama Malaikat Berbulu.

Neva: Malaikat berbulu๐Ÿค”?

Ruwa: Judul aneh macam apa itu.๐Ÿ—ฟ

Kel: Dih, ngatain buku orang aneh, kek punya dia gak aneh aja.๐Ÿ˜’

Ruwa: Enggak lah, aku ini kan normal.
Ruwa: Gak kek kalian.๐Ÿ˜

Neva: Dih, sok iya banget.๐Ÿ—ฟ
Neva: Coba sebutin buku lu.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Gerhana Bulan Pagi, Si Aneh Berwajah Bodoh, Si Bodoh Berwajah Tampan, Si Botak Dengan Delapan Pensil, sama Dunia Kubus.๐Ÿ˜

Neva:๐Ÿ˜’

Kel: Ngatain buku orang aneh, bukunya sendiri lebih aneh.๐Ÿ˜’

Ruwa: Heh๐Ÿ˜ก, ini tuh namanya seni, orang kampung sepertimu mana mengerti yang namanya seni.๐Ÿ˜ค

Neva: Kampung ngatain kampung.๐Ÿ—ฟ
Neva: Lagian seni apaan begitu? Seni orang tolol?๐Ÿ˜

Ruwa: Lu ngatain gwe tolol.๐Ÿ˜ก

Neva: Gwe gak ngatain lu tolol sih.๐Ÿ™„
Neva: Tapi kalau lu ngerasa... ya berarti nyadar diri.๐Ÿ˜

Kel:๐Ÿ˜‚

Ruwa: Dih, nyebelin, gak suka.๐Ÿ˜ค

Neva: Yeeuu, ngambek.๐Ÿ˜

Ruwa: Heh, enggak ya.๐Ÿ˜ก

Neva: Ngambek bilang aja ngambek.๐Ÿ˜

Kel: Udah ah, jangan berisik, nanti kita diusir.๐Ÿ—ฟ

Neva: Btw, buku yang kalian beli tadi itu tentang apa?

Kel: Gak tau.

Neva: Kok gak tau.๐Ÿ—ฟ

Kel: Kan belum ku baca.๐Ÿ—ฟ

Neva: Kan ada sinopsisnya.๐Ÿ—ฟ

Kel: Oh iya.๐Ÿ˜…

Neva:๐Ÿ˜’
Neva: Jadi ceritanya tentang apa?

Kel: Yang mana dulu nih?

Neva: Terserah aja.

Kel: Terserah ya.๐Ÿ˜‘

Bunga Bunga Waktu itu tentang bunga-bunga yang tumbuh di tempat misterius yang disebut Nahvallaa. Sang tokoh utama bernama Nadel berpetualang mencari tempat Bunga Bunga Waktu itu tumbuh karena sebuah legenda. Nikmati kisah petualangan Nadel mencari Bunga Bunga Waktu dengan membaca bukunya...๐Ÿ˜‘

Neva: Lumayan menarik.

Kel: Iya sih.

Neva: Nanti kalau udah selesai baca, aku pinjam ya.

Ruwa: Aku juga nanti pinjam ya.

Kel:๐Ÿ˜‘

Neva: Tadi ngambek.๐Ÿ˜

Ruwa: Brisik.๐Ÿ˜ก

Neva:๐Ÿ˜‚
Neva: Yang lain sinopsisnya apa?

Kel: Yang lain...

Surat Di Atas Pohon berisi kisah tentang seorang wanita yang tinggal di sebuah rumah kecil di desa yang kecil. Ia tinggal dengan kedua orang tuanya sampai suatu tragedi membuatnya kehilangan mereka. Hari-harinya kemudian ia jalani dengan kenangan yang sulit untuk dilupakan. Suatu hari, saat ia sedang berbaring di bawah pohon di depan rumahnya, ia melihat sebuah surat di atas pohon. Ia mengambilnya dan membacanya. Isinya sangat menyentuh, membuatnya hampir menangis. Ia kemudian menyimpannya di dalam lemari. Keesokan harinya, ia menemukan surat lain di atas pohon...

Neva: Udah?

Kel: Udah.๐Ÿ˜

Ruwa: Kenapa dia ngambil suratnya, emangnya itu surat untuk dia?

Kel: Gak tau.๐Ÿ™

Neva: Kalau yang Malaikat Berbulu itu sinopsisnya gimana?

Kel: ...
Kel: Gak ada sinopsisnya.

Neva: Masa gak ada sinopsisnya.๐Ÿ—ฟ

Kel: Emang gak ada lo.๐Ÿ—ฟ

Neva: Gimana caranya bisa tau ceritanya kalau gak ada sinopsisnya.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Ya dibaca dong ceritanya.๐Ÿ—ฟ
Ruwa: Emangnya lu beli buku cuman buat baca sinopsisnya doang.๐Ÿ—ฟ

Neva: Ya enggak, cuman buku kalau gak ada sinopsisnya itu kek ya agak gimana gitu.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Emang bukumu sinopsisnya gimana?

Kel: Emang sinopsisnya gimana?

Neva: Eeee...

Waktu Yang Terpenggal itu tentang waktu di sebuah ruang yang terpenggal oleh sebuah entitas primordial misterius yang tidak diketahui asal-usulnya.

Ruwa: Itu doang?

Neva: Iya.๐Ÿ˜

Ruwa: Yang lain?

Neva: Yang lain...

Para Pencari Keabadian itu berisi kisah-kisah tentang orang-orang yang terobsesi mencari sesuatu yang disebut Keabadian.

Ruwa: Lah, udah?๐Ÿ—ฟ

Neva: Udah.

Kel: Pendek banget.๐Ÿ—ฟ

Neva: Ya mau gimana lagi?

Ruwa: Yang satunya lagi?

Neva: Yang itu...

Planetarium Dimensi Ke-9 bercerita tentang seseorang yang terjebak di dalam sebuah Planetarium. Namun, tidak disangka ternyata Planetarium itu merupakan pintu masuk ke sebuah dimensi yang disebut Dimensi Ke-9.

Ruwa: Singkat banget asli.๐Ÿ—ฟ

Neva: He eh.๐Ÿ—ฟ

Kel: Tapi menarik sih.
Kel: Kalau buku lu sinopsisnya gimana?

Ruwa: Aku?

Kel: Bukan. Tembok.๐Ÿ—ฟ
Kel: Ya elu lah.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Hehe.๐Ÿ˜…

Kel: Gimana sinopsisnya?

Ruwa: Eeee...

Gerhana Bulan Pagi bercerita tentang fenomena aneh, yaitu Gerhana Bulan yang terjadi di pagi hari.

Si Aneh Berwajah Bodoh sama Si Bodoh Berwajah Tampan itu gak ada sinopsisnya.

Si Botak Dengan Delapan Pensil itu bercerita tentang seorang pria botak yang menemukan sebuah kotak pensil saat memancing di sungai. Di dalamnya terdapat delapan pensil yang aneh.

Dunia Kubus berisi kisah tentang kehidupan makhluk-makhluk yang hidup di dunia Kubus.

Neva: Ngebut ya bacanya.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Iya.๐Ÿ—ฟ

.....

Kel: Jadi kita mau ngapain lagi di sini, masa cuman gini doang?

Neva: Baca buku?

Kel: Baca buku mah enakan di rumah.๐Ÿ—ฟ

Neva: Iya sih.๐Ÿ˜‘

Ruwa: Gimana kalau gwe cerita tentang buku yang gwe baca kemarin.๐Ÿ˜ƒ

Neva: Pasti cerita aneh lagi.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Ceritaku itu gak aneh ya.๐Ÿ˜ก

Neva: Ya ya ya.

Kel: Yaudah, ceritain.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Yeee.๐Ÿ˜ƒ

Neva: Terserah deh.๐Ÿ˜‘

Kel: Apa judulnya?

Ruwa: Judulnya Kepala Bapak Kau Petak.

Neva: Ngejek nih ceritanya.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Emang judulnya gitu ya, embud.

Neva:๐Ÿ˜‘
Neva: Yaudah, lanjut.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Okeh.๐Ÿ˜ƒ

Jadi, pada suatu hari ada seorang wanita yang tidak punya uang untuk berbelanja.

Jadinya dia mau minjam uang ke tetangganya, tapi gak ada yang minjamin karena yang kemarin belum dibayar.
Jadilah dia disuruh nyari kerja sama tetangganya.

Nah, masalahnya dia gak tau mau nyari kerja di mana.

Terus, tiba-tiba ada orang aneh dengan topi panjang menawarkan pekerjaan untuk menjadi kasir di sebuah minimarket.

Jadi ya, dia terima karena dia butuh duit.

Nah, pas di sana dia kerja normal biasa aja, ini itu.

Terus, tiba-tiba tanahnya bergetar kuat banget kek gempa bumi.

Pas udah berhenti, datang pelanggan yang bentuknya aneh.

Terus, pas dia liatin, pelanggan itu mirip bapaknya.

Tapi kepalanya petak.

Tamat.๐Ÿ˜

Neva: Gitu doang.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Ya gitu doang.๐Ÿ˜

Kel: Pendek banget.๐Ÿ—ฟ

Neva: Masa cuman gitu doang.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Ya emang gitu doang.๐Ÿ˜‘

Neva: Ini cerpen apa gimana dah.๐Ÿ—ฟ?

Ruwa: Satu buku ituh.๐Ÿ˜ฎ

Kel: SATU BUKU.๐Ÿ˜ง

Ruwa: Iya.๐Ÿ˜

Neva: Satu buku kok ceritanya pendek banget.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Sebenernya panjang, tapi gwe pendekin biar cepet, lagian gak penting-penting banget.๐Ÿ˜

Kel: Berapa halaman itu? Berapa lembar?

Ruwa: 824 halaman, 420 lembar kalau sama kata pengantar terus daftar isinya.๐Ÿ™

Neva: Emang apa yang bisa bikin panjang.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Yang bikin panjang itu cerita tentang si cewek yang ngedatengin rumah tetangganya satu-satu buat minjam duit, yang total tetangganya itu ada sekitar 108 rumah.๐Ÿ™

Neva & Kel: Hah?๐Ÿ˜ง Satu buku jadi panjang perkara begituan doang?

Ruwa: Enggak sih, masih ada cerita dia ngobrol sama tetangganya, terus cerita dia nyari tempat kerjanya.๐Ÿค” Sama bagian dia ngobrol dengan pelanggannya yang sekitar 27 orang sebelum ketemu bapaknya yang kepala petak, terus tamat.๐Ÿ˜

Neva: Yang nulis keknya orang aneh.๐Ÿ˜ฆ

Kel: Iya, fix, no debat.๐Ÿ˜ฆ

Ruwa: Oh iya, ada juga bagian flashback yang nyeritain tentang latar belakang si cewek.๐Ÿ˜ฎ

Neva: Lu dapat buku beginian dari mana sih.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Dari kamar abangku.๐Ÿ™

Neva: Jadi semua cerita aneh yang lu ceritain itu dari buku-buku di kamar abangmu.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Enggak, ada juga yang dari kamar kakak aku, terus dari kamar ibu aku, sama dari ayah aku. Terus ada juga buku yang dikasih tetangga, dan buku yang aku beli sendiri.๐Ÿ™

Neva: Selera orang-orang dekat rumahmu agak lain semua ya.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Hehe, makasih udah muji.๐Ÿ˜…

Kel:๐Ÿ—ฟ

Neva: Itu bukan pujian.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Ya mana gwe tau, salahin yang bikin lah. Jangan salahin gwe, gwe cuman baca.๐Ÿ˜ก

Neva: Gak ada yang nyalahin elu.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Ooo.๐Ÿ˜ฎ Hehe.๐Ÿ˜…

Neva: Idiot.๐Ÿ—ฟ

Ruwa: Sori-sori.๐Ÿ˜…

Kel: Pulang yuk.

Neva: Kok pulang?

Kel: Gwe capek.๐Ÿ—ฟ
Kel: Lagian udah mau siang, panas tau siang-siang.๐Ÿ—ฟ

Neva: Iya sih.๐Ÿ—ฟ
Neva: Yaudah, ayok pulang.

Ruwa: Yah, pulang.๐Ÿ˜ž
Ruwa: Tapi nanti pinjam bukunya ya.๐Ÿ˜ฎ

Kel: Iya, nanti aku pinjamin.๐Ÿ˜‘

Ruwa: Yaudah.๐Ÿ˜

Jadilah mereka pulang ke rumah masing-masing.๐Ÿ˜ƒ

Tubikontinum ~ ~ ~

Kembali ke detail bukuSemua bab

Navigasi bab

Bab 01 / 1
OrOrAnSuBa
01

Juguday

1.406 kata / Sedang dibaca