Kaldera
In My Infinite Imagination
Mulai membaca
Bila kukatakan, dengan itu kau akan jadi abadi dalam debu.
Seperti judul lagu yang selalu aku nyanyikan untukmu di saat gerhana.
Seperti bintang-bintang akan berjatuhan seandainya kau tidak percaya pada hakikatnya.
Sesuatu yang tidak jelas, dan itu sangat mudah.
Tapi sepertinya kau terlalu bodoh untuk paham.
Tidak apa, aku juga bodoh.
Jadi, kita bisa jatuh bersama ke dalam ruang yang penuh kebodohan.
Hanya kau dan aku saja.
Selamanya.
Setidaknya sampai kau sadar bahwa kau tidak akan bisa pergi dari sini dan kembali melihat cahaya fajar yang semu di dunia bodoh yang fana itu.
Pasti kau akan merasa sedih dan menangis dalam kemarahan dan penyesalan karena kau tidak akan pernah kembali, karena kau tidak memiliki pikiran lagi.
Seandainya saja kau tidak percaya pada si aneh berkuncir dengan mata di tangannya itu, kau tidak akan berada di sini.
Tapi tidak apa-apa, aku ada di sini.
Kita akan bersama selama...
Kita akan bersama selama nya...
Walaupun kau tidak akan bersamaku dalam hidupku.
Dan mungkin aku akan mati terlebih dahulu. Kau tetap akan menjadi yang paling aku sukai di tempat bodoh yang gelap ini.
Coba lihat, sekarang kau membuka mulut.
Seperti jiwamu masih ada.
Apakah kau butuh mengunyah?
Ini, aku punya buah karet.
Telanlah.
Nanti kau akan mengambang.
Tapi sepertinya itu tidak berguna karena kau sudah mengambang sejak pertama kali datang ke tempat ini.
Tidak apa-apa, ini ambillah buah ini.
Aku harap kau bisa hidup cukup lama sampai aku mati.
Aku tidak ingin kesepian di sini.
Di sini membosankan.
Aku ingin keluar bersenang-senang dengan benda-benda yang seperti waktu itu.
Kau lihat itu yang di sana?
Kecil dan berkilau.
Oho, ada dunia-dunia kecil di sana.
Lihat orang-orang bodoh dengan bentuk aneh itu.
Mereka terlihat mirip seperti dirimu.
Jangan marah, ya.
Kau memang bodoh.
Ah...
Andai saja kau hidup.
Aku akan membawamu ke tempat-tempat yang menyenangkan di dalam sini.
Tunggu, tidak ada yang menyenangkan di sini.
Di sini membosankan.
Tempat bodoh untuk orang bodoh sepertimu.
Dan tentu saja, aku.
Sepertinya sudah saatnya tidur.
Ya sudah.
Sampai jumpa lagi cantik.
Aku harap kau masih hidup saat aku bangun nanti.
Kecup.