CeritaGWCeritaGW
Blog
⌕⌘K
CeritaGWCeritaGW
CeritaGW by IAS

Platform baca dan tulis cerita online untuk penulis Indonesia. Bagian dari Isoke Amoke Studio.

Dunia CGW
© 2026 CeritaGW. All rights reserved.
CeritaGW by IAS

Platform baca dan tulis cerita online untuk penulis Indonesia. Bagian dari Isoke Amoke Studio.

Dunia CGW
© 2026 CeritaGW. All rights reserved.
Kembali
Surat maafku
SM

Surat maafku

oleh Neni suryani
CerpenGratis3 menit baca14 dibacaJFMM Participant
Hii.. Besok aku akan melahirkan. Campur aduk rasanya. Siang ini sehabis aku kontrol kandungan, aku disuruh langsung rawat inap untuk dijadwalkan operasi caesar besok pagi. Sebetulnya selama ini aku merasa tidak ada keluhan sama sekali tapi beberapa dokter bilang, panggul aku kecil jadi disuruh operasi. Tidak bisa melahirkan melalui pervaginam. Singkat cerita aku melakukan operasi dan setelah suara tangis anak aku keluar. Aku berucap "yeayy" senang sekali rasanya bertemu anak aku.

Aku kira menjadi ibu itu adalah pengorbanan. Tidak, itu salah besar sampai aku menjadi ibu. Bagi seorang ibu, mencintai, menyayangi dan merawat anak adalah kebahagiaan yang tidak bisa ditukar dengan apapun. Aku kira setelah menjadi ibu, aku tidak akan merasa menjadi sosok anak bagi ibuku. Tapi ternyata aku tetaplah menjadi anak sepanjang masa.

Mari ikuti cerita pengalamanku setelah melahirkan. Hari pertama belajar menyusui anak. Rasanya sakit sekali. Anak aku menangis sepanjang malam. Tapi aku tidak tahu mengapa setelah beberapa kali panggil suster pun suster tidak tahu kenapa. Saat itu aku telepon mama bagaimana cara menenangkan anak.

Mama selalu ada kapanpun baik sedih, susah maupun bahagia aku. Mama adalah Oksigenku. Setelah menjadi sosok ibu. Aku semakin membutuhkan sosok mama. Tanpa mama rasanya aku tidak bisa hidup. Mama selalu bantu aku, bantu masak memastikan aku baik baik aja. Memastikan kebutuhanku tercukupi agar anak aku bisa menyusui dengan aman dan nyaman. Tapi ternyata mama menyadari bahwa asiku ga keluar banyak. Aku sedih, aku denial saat itu. Sampai akhirnya anak aku harus difototerapi. Dan ketika pumping benar saja asiku hanya keluar 5ml. Sedih dan hancur saat itu.

Lalu setiap anak nangis yang selalu jadi garda terdepan menenangkan aku dan anak aku adalah mama. Jujur, saat cerita ini ditulis tidak terasa air mataku mengalir. Aku harap semua mama di muka bumi ini panjang umur dan sehat selalu. Pantas saja mama disebut lebih banyak dibanding ayah.

Mama rela begadang ketika anaknya sakit, orang pertama yg memikirkan nutrisi anaknya terjaga, orang pertama yg mengerti kebutuhan anak. Orang pertama berhati ikhlas, sabar buat anaknya. Beberapa kali aku sering kali bicara nada tinggi ke bayiku. Karena aku lelah. Lagi lagi hanya mama yang mengerti. Mama membantuku menenangkan aku dan anakku.

Ma, jadi ibu berat ya.
Maafkan aku ma, aku selalu menyusahkan. Maafkan aku ma, aku belum bisa jadi yang terbaik. Terima kasih untuk semua cinta dan sayang. Terima kasih sudah menjadi apapun buat aku. Menjadi dokter, suster, koki, bahkan menjadi bidadari dan oksigenku. Terima kasih selalu jadi garda terdepan tanpa aku minta dan tanpa aku bilang.
Aku sayang mama.



.
Lanjutkan menulis ceritamu sendiri

Setiap cerita berharga. Dunia menunggumu.

Cerpen lainnyaTulis cerpen