Sepekat ini ternyata,langit malam yang disertai gemericik hujan..suara bising dikepala hilir mudik tanpa kompromi. Setelah Mama keluar dari kamarku ternyata sesak ini tak bisa dilawan ,tapi ini adalah bagian perjalanan yang harus aku menangkan.
Hari itu pun tiba , hanya ada keluarga terdekat dan Pa RT yang hadir diacara akad nikah ini, yang mungkin bagi sebagian wanita moment sakral ini akan menjadi wish list kebahagiaan tapi tidak buatku saat ini..Aku sedang mengukir luka batinku ..demi Mama,,
Berita pernikahan siri ku pun menyebar dengan cepat, bagaimana tidak setelah acara Akad itu ,Mama mengadakan pengajian yang mengundang ibu-ibu dan diakhiri dengan acara saweran dalam agendanya otomatis kabar pun tak bisa terbantahkan.
"Hanya 6 bulan ya neng, bertahan biar neng bisa kuliah trs bisa ikutan les modelling, mama jg renov rumah beres ". Narasi mama yang tak bisa ku tolak saat itu, padahal tanpa aku menjadi istri ke 4 seorang kontraktor, aku yakin bisa membuat obsesi mama itu terwujud, tapi apakah ada pilihan lain saat itu? Dan jawabannya aku masuk kedalam kontrak pernikahan itu.
Satu persatu syarat yang diajukan mama diwujudkan oleh Pa Jaya ,suami siri ku ..aku dijemput tiap pagi oleh mobil mewah, masuk universitas swasta terkenal dan di daftarkan les modelling oleh beliau , perlahan aku mulai menikmati privilage ini.
6 bulan berselang, aku bercerai dengan Pa Jaya, semua yang diinginkan sudah terwujud,karena kami menikah siri jadi tak sulit untuk berpisah . Aku yang lugu dan penurut ini sudah berubah menjadi wanita yang profesional, setiap hari mobil yang mengantar jemputku berbeda-beda .kadang aku pun keluar kota untuk menerima tawaran.
Fasilitas,uang , semua sangat memanjakan dan aku mulai terbiasa.. melihatku seperti ini ,mungkin sebuah prestasi buat Mama yang bangga dengan kekayaan yang kini aku raih .. seolah-olah anaknya yang berkedok sebagai model padahal hanya ani- ani yang bertopeng Mahasiswi berbakat. Ironi memang, tapi inilah hidup ,yang tak bisa aku bedakan jalanan terjal atau berlubang ?
Catatan untuk Mama : Ma, diksi ini adalah badai yang berkecamuk..aku bagaikan kanvas yang dilukis oleh patahan arang tak terselamatkan. Andai wangi Surga itu bisa diganti dengan asap dupa..sayatan luka ini tak perlu kubuka lebih dalam..Ma, bagaimana aku bisa mencintai diri sendiri karena ternyata nafasku disetiap inchi nya adalah milikmu..
Setelah melewati fase terhina dengan ikhlas ..beberapa tahun kemudian aku lulus kuliah dan menikah dengan pria yang aku cintai, ya..teman kuliahku ,, dan aku mengubur semua masalalu ku..
