CeritaGWCeritaGW
Blog
⌕⌘K
CeritaGWCeritaGW
CeritaGW by IAS

Platform baca dan tulis cerita online untuk penulis Indonesia. Bagian dari Isoke Amoke Studio.

Dunia CGW
© 2026 CeritaGW. All rights reserved.
CeritaGW by IAS

Platform baca dan tulis cerita online untuk penulis Indonesia. Bagian dari Isoke Amoke Studio.

Dunia CGW
© 2026 CeritaGW. All rights reserved.
Kembali
Pilihlah Hidup yang Mama Mau.
Pilihlah Hidup yang Mama Mau.

Pilihlah Hidup yang Mama Mau.

oleh Syadlene
CerpenGratis2 menit baca21 dibacaJFMM Participant
Kadang, aku merasa dunia tidak adil untuk seorang wanita. Kami diciptakan dengan keindahan, senyuman yang manis dan laku yang lemah gemulai. Mewarnai kekakuan dunia. Tapi di beberapa sisi, perempuan harus mengurung diri. Menyamaratakan kedudukan dengan laki-laki.

Sebagai seorang wanita yang sudah beranjak dewasa, hari demi hari aku semakin paham bagaimana rasanya ada diposisi seorang ibu. Seorang yang setiap hari menyembunyikan rasa laparnya, menepis tangisnya sendiri, menimbun luka-luka tanpa uluran tolong dari siapapun.

Mama,

Seandainya hari itu mama memilih hidup yang mama mau, diluar semua belenggu patriarki, aku yakin hidup mama akan indah.

Mama mampu berdiri di berbagai keadaan. Mampu menghadapi apapun.

Mungkin mama tidak akan menyimpan luka sebanyak ini. Sampai pada usia senja, mama memendam kepedihan yang teramat dalam.

Aku merasa bersalah, karena aku sendiripun ikut terbelenggu dalam kisah yang aku harap tidak terjadi ini. Aku merasa ada yang salah dengan kehidupan kita, seharusnya tidak seperti ini.

Mama, jangan kurung aku juga dalam kehidupan yang juga mama tidak ingin. Aku sudah mengatakan semua kejujuran bahwa semua manusia diciptakan berbeda, tapi semua luka masa lalu tidak dapat sembuh begitu saja.

Mama, kalau ada kehidupan selanjutnya, jangan pilih laki-laki sebagai tumpuan. Itu yang mama takutkan tapi menimpa aku juga dengan mengurung aku dalam sangkar. Ketakutan mama menjadi kandang bagi kehidupanku. Sampai aku mempertanyakan kenapa aku dilahirkan hanya untuk merasa terkurung.

Mama, jadilah bebas dalam memilih semua yang mama mau, sehingga mama tidak membebankan rasa ragu dan khawatirmu pada hidup anak perempuanmu. Aku juga khawatir aku tidak bisa melakukan apa-apa ketika mama sangat tua nanti, dan aku juga ketakutan menghadapi masa tua ku karena aku berada didalam kandang dan harus memulai semuanya dari nol.

Mama, tanpa bermaksud menggurui, rasa sakit memang harus diredakan. Aku tidak menjanjikan sembuh, tapi untuk meringankan rasa sesak hati yang mama bawa setiap harinya. Semoga, kalau suatu hari nanti aku memilih jalanku sendiri (tentu jalan yang diridhai Sang Pencipta juga), mama tidak merasa dikhianati.

Mama, akan aku beri dunia sebagaimana mestinya dunia seorang wanita. Akan aku tunjukkan.

Beri aku jalannya, lepaskan rasa sakit yang menciptakan pagar kekhawatiran ini.
Mama, anakmu tercipta bukan hanya untuk melihat orang tuanya menanggung pedih. Percayalah, Aku mampu lebih dari sekedar memberi kehangatan. Aku mampu membuat mama melangkah lagi di jalan yang memang seharusnya kita lewati.

Semoga, rasa sakitmu kian hari kian berkurang.

Dari aku, Anak perempuanmu yang menawarkan dunia dan seisinya untuk setidaknya mencabut duri mawar yang tersangkut sehingga yang tersisa hanya akan keindahannya saja.
Lanjutkan menulis ceritamu sendiri

Setiap cerita berharga. Dunia menunggumu.

Cerpen lainnyaTulis cerpen