CeritaGWCeritaGW
Blog
⌕⌘K
CeritaGWCeritaGW
CeritaGW by IAS

Platform baca dan tulis cerita online untuk penulis Indonesia. Bagian dari Isoke Amoke Studio.

Dunia CGW
© 2026 CeritaGW. All rights reserved.
CeritaGW by IAS

Platform baca dan tulis cerita online untuk penulis Indonesia. Bagian dari Isoke Amoke Studio.

Dunia CGW
© 2026 CeritaGW. All rights reserved.
Kembali
Ibu, Izinkan Aku Melanjutkan Tugasmu
II

Ibu, Izinkan Aku Melanjutkan Tugasmu

oleh Anggit Aprindrian Prehamukti
CerpenGratis2 menit baca6 dibacaJFMM Participant
Satu malam, yang ikut meramaikan pikiran ini. Entah sudah berapa lama aku hanya termenung melihat anak kecil yang tiap malam ada di sampingku. Sering berfikir, apa ini saatnya aku menyudahi semuanya? Namun di satu sisi, ada hal hal yang tidak bisa ku tinggalkan. Bukan, bukan tidak bisa. Tapi, belum untuk saat ini. Disinilah perjalananku dimulai..

Tiga tahun lalu, aku sempat ingin memutuskan untuk break. Hanya ingin menjadi seorang Ibu yang utuh untuk anak pertamaku. Sudah ada persetujuan dari ayahnya. Sudah ada rasa bangga dari ayahnya karena keputusanku yang langka ini. Dimana ini saatnya aku nurut apa kata suami dan percaya akan rezeki yang akan Allah beri. Namun, setelah berfikir ulang, setelah diberi opsi suamiku yang selalu memberikan kebebasan padaku ini. Aku goyah, dengan latar belakangku yang tidak cukup baik dalam pengenalan emosi sendiri, kemampuan bersosialisasi, dan kecenderungan tidak mencari tahu keadaan luar menjadi awal diriku bercermin. Apa yang akan aku berikan ke anak ketika aku break? Apakah aku akan menjadi seseorang yang mengalami kecemasan berlebih dan akan membuat dia terluka?
Satu tahun berlalu, aku menjadi seseorang yang berbeda dari ibuku. Menjadi ibu yang bahagia versiku, dengan bekerja. Masih ada hal yang sebenarnya aku inginkan untuk dirumah seperti ibuku. Yang menjadi ibu utuh menurut versi orang lain. Namun tidak begitu. Bagiku, menjadi ibu yang utuh adalah bagaimana bisa menemani anak dengan bahagia, entah menjadi working mom. Atau menjadi ibu rumah tangga. Untuk saat ini bukan adu paling baik. Ibu, aku senang saat saat penuh bersamaku. Izinkan aku menjadi ibu dengan versiku sendiri ya bu, berikanlah segala doamu untuk ku yang akan melanjutkan perjuanganmu dulu. Tuntun aku. Bagaimana aku bisa berdoa seperti apa yang sudah kau doakan untukku. Agar aku bisa lanjutkan itu ke anakku. Banyak hal yang engkau berikan untukku, aku pelajari semuanya, ku saring dan ku tambahkan untuk bisa ku ajarkan pada anakku. Semua hal baik yang sudah kau berikan, akan ku teruskan untuk cucumu.
Terimakasih bu, aku terus berdoa untuk kesehatan, keselamatan, keberkahan untukmu. Doakan keluarga kecilku ya bu
Lanjutkan menulis ceritamu sendiri

Setiap cerita berharga. Dunia menunggumu.

Cerpen lainnyaTulis cerpen