"Kamu sudah besar ya Nak, Mama rasa baru kemarin mengantarmu ke Sekolah Dasar." Suara lembut dan usapan kasih sayang menyambut indera pendengaran Nina, seorang mahasiswa baru yang akan berangkat merantau ke Semarang. Di hadapannya berdiri seseorang yang sangat ia sayangi dan selalu mendukung impiannya.
Nina menggenggam erat tangan sang Ibu, menatapnya dengan mata berkaca-kaca lalu memeluknya. "Iya Ma, anakmu ini sudah besar. Mama doain aku ya supaya lancar kuliahnya dan bisa angkat derajat Mama supaya orang-orang tidak merendahkan keluarga kita."
"Mama selalu mendoakan yang terbaik untukmu, Nak. Tidak perlu dipikirkan ucapan orang lain. Mereka tidak pernah tahu bagaimana kita berjuang. Jadi, yang fokus kuliahnya ya. Kalau ada apa-apa, kabari Mama. Jangan lupa jaga kesehatan di sana." Yani menepuk punggung Nina dengan pelan, menyalurkan seluruh kekuatannya dengan harapan bisa menguatkan sang anak.
Selepas perpisahan penuh haru itu, Nina berpamitan untuk menuju gate stasiun. Yani melepasnya, anak sematawayangnya, dengan senyuman dan lambaian tangan.
Nina memulai kehidupan baru di kota yang tak pernah ia pijak, bersama orang-orang baru, tanpa keluarganya, tanpa ibunya.
•••
Tiga tahun setengah Nina telah berhasil meraih gelar kebanggaannya, S.Psi, sarjana psikologi. Ya, dia berhasil menyelesaikan studi dengan cepat. Nina juga meraih predikat Cum Laude dan terpilih sebagai mahasiswa terbaik di tingkat Universitas. Kegigihan membawanya kepada keberhasilan. Usahanya untuk menempuh pendidikan dengan beasiswa yang berhasil ditempuh kini membuahkan hasil berlian.
Nina berhasil berdiri di podium, berhadapan dengan ribuan orang. Ia juga berhasil membawa ibunya ke dalam gedung auditorium untuk menyaksikan keberhasilannya secara langsung.
"Keberhasilan yang saya dapatkan tidak lepas dari usaha seseorang yang selalu mendukung mimpi saya, mempercayai saya, dan selalu berdiri di samping saya. Mama. Sosok yang luar biasa, dengan doa dan keyakinannya terhadap saya membawa saya dalam berbagai keberhasilan. Hadiah ini saya berikan kepada Mama, satu-satunya orang yang paling berharga di hidup saya. Mama, terima kasih atas segalanya. Saya akan selalu berusaha dan berhasil untuk Mama."
Suara tepuk tangan menggema di gedung itu. Banyak wisudawan yang menangis karena ungkapan yang Nina lontarkan. Yani pun meneteskan air mata bahagianya, ia sangat bangga dan selalu bangga dengan anaknya.
Mama, Nina akan selalu membahagiakan Mama. Hadiah itu akan selalu Nina berikan.

