CeritaGWCeritaGW
Blog
⌕⌘K
CeritaGWCeritaGW
CeritaGW by IAS

Platform baca dan tulis cerita online untuk penulis Indonesia. Bagian dari Isoke Amoke Studio.

Dunia CGW
© 2026 CeritaGW. All rights reserved.
CeritaGW by IAS

Platform baca dan tulis cerita online untuk penulis Indonesia. Bagian dari Isoke Amoke Studio.

Dunia CGW
© 2026 CeritaGW. All rights reserved.
Kembali
Cerita kehidupan untuk Ibu
Cerita kehidupan untuk Ibu

Cerita kehidupan untuk Ibu

oleh Untari
CerpenGratis3 menit baca67 dibacaJFMM Participant

Ibu

Ibu

Ibu

Panggilan yang selalu terucap setiap saat dan setiap waktu.

Apapun, kapanpun dan dimanapun rasanya aman, nyaman, dan tentram jika ada ibu.

Sampai pada satu waktu panggilan itu tidak memberikan jawaban seperti biasanya.

Ratusan bahkan ribuan kali memanggilnya tak akan mengubah apapun.

Yaa, ibu telah menghabiskan sisa usianya.

***

Bu, ternyata hidup tanpa kehadiranmu sungguh hampa, kosong, dan tak bermakna.

Rasanya setiap pencapaian yang terjadi pada hidupku seolah selalu ada yang “kurang” .

Bukti bahwa kehadiranmu sungguh luar biasa.

Hal-hal kecil yang dulu ibu lakukan kini menjadi hal yang sangat kurindukan.

Sekedar menutup pintu ketika anak-anaknya sudah terlelap atau bahkan menanyakan menu masakan yang diinginkan hari itu.

***

Bu, sekarang aku bisa memasak berbagai jenis makanan.

Aku suka mencoba menu masakan yang sekiranya menarik, dan tentunya bapak selalu mengapresiasi itu.

Meskipun masakanku mungkin tidak senikmat masakan ibu, tapi aku usahakan jika masakan itu selalu penuh dengan kasih sayang.

Hal ini mengingatkanku pada malam itu bu, tepatnya menjelang waktu sahur pada bulan Ramadhan tahun 2021.

Pertanyaan “sahur mau lauk apa?” masih jelas diingatanku.

“Tumis taoge” jawabku, ternyata makanan itu masih ada dan tergeletak dengan rapi di meja makan.

Saat itu bahkan belum sempat tersentuh oleh kami hingga waktu sahur berakhir.

Iya, ibu telah berpulang sebelum makanan itu sempat kami makan bersama.

Makanan terakhir yang dimasak oleh ibu tercinta.

***

Bu, Izinkan aku bercerita sedikit tentang kehidupanku.

Kini cita-citaku sudah tercapai.

Meskipun penuh dengan perjuangan, aku yakin semua akan baik-baik saja.

Kini cita-citaku menjadi teman pelipur laraku bu.

Bahkan aku merasa bahwa takdir membawaku kesini agar aku mampu bertahan hidup.

***

Bu, hidup ternyata seperti ini yaa?

Apa yang kita lakukan belum tentu seperti apa yang kita inginkan.

Hari demi hari banyak halang rintang yang harus ditaklukan.

Tapi tenang, semua kewajiban dan tanggungjawab akan kulaksanakan sebaik mungkin disertai dengan usaha yang maksimal.

Jika ada hal-hal yang sekiranya tidak mampu untuk kulakukan ataupun tidak mampu untuk kucapai, tolong maafkan aku.

***

Ibu atau yang sering ku panggil mamak, mami, emak dan masih banyak lagi.

Bagiku semua sama yaitu “Ibu” .

Sosok terhebat yang akan selalu hidup dan tinggal dalam hati, pikiran, maupun kenangan.

Namanya selalu terucap dalam doa dan cerita kami yang menyayanginya.

Ibu, nanti kita bertemu kembali ditempat dan waktu terbaikNya.

Maaf dan terima kasih ibu

We miss you

We love you

And, see you again

Lanjutkan menulis ceritamu sendiri

Setiap cerita berharga. Dunia menunggumu.

Cerpen lainnyaTulis cerpen