CeritaGWCeritaGW
Blog
⌕⌘K
CeritaGWCeritaGW
CeritaGW by IAS

Platform baca dan tulis cerita online untuk penulis Indonesia. Bagian dari Isoke Amoke Studio.

Dunia CGW
© 2026 CeritaGW. All rights reserved.
CeritaGW by IAS

Platform baca dan tulis cerita online untuk penulis Indonesia. Bagian dari Isoke Amoke Studio.

Dunia CGW
© 2026 CeritaGW. All rights reserved.
Kembali
Bu, aku rindu...
Bu, aku rindu...

Bu, aku rindu...

oleh Anisa N.J
CerpenGratis2 menit baca118 dibacaJFMM Participant
"Tok, tok, tok!", suara ketukan tangan di pintu itu mulai terdengar samar di telingaku. "Nisa, bangun... sudah mau iqomah!", suara tegas itulah yang membangunkanku, tandanya waktu subuh sudah tiba, dan saatnya ambil wudhu lalu berangkat ke masjid.

Lima belas tahun sudah suara itu tidak lagi bisa aku dengar. Ya, tanggal 16 Mei 2011 Allah memanggil perempuan terhebat di hidupku untuk menghadap-Nya. Siang itu ba'da Dzuhur aku, Bapak, Mbak Lia, Mas Andit, dan Fajar ada di dekat ibu, membersamai beliau di detik-detik terakhir kehidupan beliau di dunia. Masih terekam jelas kata- kata terakhir ibu, sampai tibalah beliau pergi meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya🥺.
Bu, Perasaan baru kemarin Ibu menyisir rambutku, rasanya baru kemarin Ibu menyuruhku minum sari kacang kedelai buatan ibu sendiri setiap pagi sebelum berangkat sekolah, rasanya baru kemarin Ibu ngajarin aku mengaji, tapi ternyata itu sudah berpuluh tahun yang lalu sebelum Ibu sakit 🥺.
Bu, sekarang aku sudah punya keluarga sendiri. Aku sudah punya suami dan 3 anak lucu, sekarang aku sudah jadi seorang ibu, Bu... Ternyata setelah menjadi ibu, aku sebenarnya masih butuh sosok ibu, tapi ternyata tidak bisa aku temui lagi🥺. Aku berterimakasih sekali dulu ibu sudah mengajarkan kemandirian untukku jadi sekarang ilmu dan nasehat ibu aku terapkan di kehidupaku, nasehat-nasehat ibu dulu memang semuanya benar, dan baru terasa ketika engkau sudah tidak ada lagi disini, Bu...
Bu, aku rindu... Rinduuuu sekali! Ingin sekali dipeluk ibu. Peluk aku di mimpiku, ya Bu🥺. Rindu ini setiap hari selalu menggebu. Hanya bisa menangis dan berdo'a jika rindu itu datang.
Ya Allah, ampunilah dosa dan kekhilafan ibuku selama hidup di dunia, aku bersaksi bahwa ibu Umi Harlinah binti Ismungin adalah perempuan sholihah yang taat kepada-Mu. Terangi dan lapangkanlah kubur beliau, masukkanlah beliau ke Surga Firdaus-Mu ya Rabb 🥺
Ibuku adalah perempuan terhebat di hidupku. Beliau adalah perempuan sederhana yang tidak neko-neko, ibuku adalah panutanku.
Bu, sampai jumpa lagi di Jannah yaa. Aku akan selalu merindukanmu, Bu....🤍
Lanjutkan menulis ceritamu sendiri

Setiap cerita berharga. Dunia menunggumu.

Cerpen lainnyaTulis cerpen